(ABNA24.com) Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Rabu (09/10) pagi saat bertemu dengan 2.000 pemuda berprestasi dan intelektual muda Iran menyebut berlanjutnya kemajuan ilmu pengetahuan Iran di tengah gerakan cepat ilmu pengetahuan dunia, sepenuhnya urgen dan vital.
Rahbar seraya menyebut rating tinggi sains Iran di sejumlah bidang seperti nano dan Bioteknolgi sangat membanggakan, menjelaskan, kemajuan ini masih belum cukup dan kita tidak boleh berpuas diri, tapi harus melanjutkan kemajuan ilmu pengetahuan dengan cepat.
Kelaziman dari kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, sains dan teknologi adalah memanfaatkan potensi intelektual muda. Di realita ini tidak diragukan lagi bahwa Iran telah meraih indeks yang patut diperhitungkan di bidang sains dan ilmu pengetahuan.
Republik Islam Iran sampai saat ini memiliki laju tertinggi di bidang produksi ilmu dan di bidang seperti produksi dan pengembangbiakan sel punca, simulasi dan di bidang nuklir serta produksi beragama radiofarmasi dengan memanfaatkan teknologi nuklir serta produksi bahan bakar yang dibutuhkan reaktor nuklir dan produksi teknologi nano, Iran termasuk negara unggul dunia.
Ayatullah Khamenei menyinggung prestasi di bidang ilmu pengetahuan Iran dan menjelaskan, pemanfaatan kapasitas ilmu di berbagai bidang nasional berhasil mengantarkan Iran ke level peningkatan kekuatan pertahanan, pengobatan dan medis canggih serta kontrol penyakit, masalah-masalah teknik keinsinyuran, bioteknologi dan produksi barang-barang yang tahan lama dengan nano teknologi, dan teknologi nuklir damai.
Ayatullah Khamenei juga mengisyaratkan poin penting lain yakni pentingnya ilmu pengetahuan dibarengi dengan budaya yang benar dan bersahabat.
Rahbar dalam menjelaskan poin ini menyebut ilmu pengetahuan sangat penting dan bermanfaat nuklir sebagai salah satu contoh nyata dan mengingatkan, ketika teknologi ini disertai dengan budaya keliru dan tamak, maka akan berujung pada produksi bom nuklir dan menjadi ancaman besar bagi dunia dan manusia.
Rahbar juga mengisyaratkan sikap pasti dan berani Republik Islam Iran terkait pengharaman pemanfaatan bom nuklir dan menekankan, "Meski kita dapat bergerak di jalan ini, namun berdasarkan hukum Islam, kami secara tegas mengumumkan penggunaan senjata ini haram hukumnya. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk memproduksi dan menyimpan senjata ini yang penggunaannya mutlak haram."
Iran Islami dengan peradaban kuno yang penuh dengan catatan ilmiah, menilai kemajuan di berbagai sektor ilmu pengetahuan sebagai jalan ke arah kehidupan lebih baik dan untuk melayani kemanusiaan dan ini sesuai dengan prinsip dan ajaran agama Islam.
Dari perspektif ini, pidato Rahbar hari ini di depan para intelektual muda sangat penting dari dua sisi:
Pertama; gerakan ilmu pengetahuan di Iran telah dibentuk dan demi tujuan masa depan yang cerah, tidak boleh puas dengan kondisi saat ini.
Poin kedua; adalah penekanan Rahbar atas prinsip berpikir, ideologi dan gerakan sains di Iran.
Rahbar dalam hal ini menyebut mengekor pada budaya universitas Barat akan mendorong kehancuran inovasi sains dan pengetahuan serta mengingatkan bahwa kita harus maju di mana 50 tahun mendatang siapa saja di dunia yang ingin mempelajari ilmu baru mereka akan terpaksa mempelajari bahasa Persia dan terealisasinya tujuan ini pastinya hanya mungkin dengan kecerdasan dan potensi serta tekad bangsa Iran.
Oleh karena itu, Rahbar menyebut kongres "Intelektual Iran, Budaya Besar" yakni intelektual Iran di abad-abad lalu sebagai contoh dari kapasitas potensial komunitas intelektual dan mengatakan, "Menjalin hubungan dan perkumpulan para pemuda berprestasi di kawasan Asia Barat, Dunia Islam, poros perlawanan, bahkan perkumpulan pemuda berprestasi penuntut hak di seluruh negara, termasuk Amerika Serikat dan Eropa, dapat menciptakan benih-benih penyebaran pengetahuan suci dan mulia, serta pemikiran yang benar."
/129
10 Oktober 2019 - 08:47
Kode berita: 981640
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Rabu (09/10) pagi saat bertemu dengan 2.000 pemuda berprestasi dan intelektual muda Iran menyebut berlanjutnya kemajuan ilmu pengetahuan Iran di tengah gerakan cepat ilmu pengetahuan dunia, sepenuhnya urgen dan vital.